PENGADILAN AGAMA BANGKALAN IKUTI ZOOM IDENTIFIKASI KEBUTUHAN GEDUNG YANG DIGELAR BIRO PERLENGKAPAN MARI
PENGADILAN AGAMA BANGKALAN IKUTI ZOOM IDENTIFIKASI KEBUTUHAN GEDUNG YANG DIGELAR BIRO PERLENGKAPAN MARI
Bangkalan, 2 Desember 2025 - Pengadilan Agama Bangkalan telah mengikuti kegiatan Identifikasi Kebutuhan Bangunan Gedung Kantor Pengadilan secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kesekretariatan dan diikuti oleh satuan kerja peradilan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat dari Badan Urusan Administrasi Nomor 655/BUA.4/UND.PL1.2.2/XI/2025 tanggal 17 November 2025. Agar pelaksanaan lebih tertib, kegiatan ini dibagi ke dalam beberapa jadwal sesuai wilayah masing-masing satuan kerja. Dari PA Bangkalan, kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris PA Bangkalan Ricky Riyyanno, S.E., S.H., M.H, Kasubbag Umum dan Keuangan Puspita Nur Astuti, S.E., M.H., serta Pengelola BMN Wahyu Indah Rahmawati. Seluruh peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sebagai pemateri utama, Ida Pane dari Biro Perlengkapan MARI memaparkan standar kebutuhan bangunan serta mekanisme pengusulan renovasi maupun pembangunan baru. Ia menekankan pentingnya penyusunan data kondisi gedung secara terperinci oleh setiap satuan kerja. Ia menyampaikan, “Pastikan semua kondisi gedung dicatat dengan lengkap dan jelas.” Materi tersebut membantu satuan kerja memahami tahapan identifikasi yang benar dan terstruktur.
Untuk mendukung proses identifikasi, PA Bangkalan melakukan live streaming kondisi kantor secara langsung kepada Biro Perlengkapan. Tayangan ini memperlihatkan kondisi nyata gedung, termasuk area yang memerlukan perbaikan atau renovasi. Langkah ini memudahkan Biro Perlengkapan menilai kebutuhan gedung secara lebih objektif dan akurat. Ida Pane menekankan, “Dengan melihat kondisi gedung secara langsung melalui live streaming, kami bisa menilai kebutuhan renovasi atau pembangunan dengan lebih tepat.”

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang diikuti perwakilan satuan kerja dari berbagai daerah. Peserta membahas teknis pengumpulan data, tantangan di lapangan, serta langkah yang perlu dilakukan setelah proses identifikasi selesai. Panitia juga menjelaskan alur tindak lanjut yang harus dipenuhi oleh satuan kerja terkait penyampaian data dan verifikasi. Melalui kegiatan berjadwal ini, MARI berharap proses perencanaan pembangunan gedung dapat lebih efektif, akurat, dan tepat sasaran.


